Minggu, 19 Oktober 2008

Bayanan

PEMANDIAN AIR PANAS BAYANAN

Pemandian air panas Bayanan terletak di kawasan utara lereng Gunung Lawu, tepatnya di Desa Jambean, Kecamatan Sambirejo. Jarak dari Kota Sragen ke Bayanan kurang lebih 20 Kilometer, atau sekitar 25 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor. Menurut cerita rakyat yang berkembang secara turun temurun, sejak jaman dahulu masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tersebut sudah meyakini bahwa air Panas Bayanan mengandung banyak khasiat. Berbagai macam penyakit seperti rematik, gatal-gatal dan penyakit-penyakit lainnya dapat sembuh hanya dengan mandi air panas itu. Dahulu orang-orang menyebutnya: Hyang Tirto Nirmolo, artinya penyembuh penyakit. Ceritera mengenai khasiat Air Panas Bayanan rupanya terus berlanjut hingga kini. Para wisatawan, terutama wisatawan lokal dari hari ke hari semakin banyak yang berminat untuk berkunjung ke tempat ini. Keunikan-keunikan yang dapat ditemui pada pemandian Air Panas Bayanan, yaitu sumber air panas keluar atau muncul di tepi sungai di sebalahnya dengan selisih ketinggian 2 meter dan tidak bocor ke sungai. Obyek wisata pemandian air panas Bayanan saat ini dilengkapi denganberbagai fasilitas menarik. Selain air panas alam, juga terdapat taman Rekreasi yang indah dan menawanberisi kolam renang dan jenis-jenis mainan anak-anak, Hutan Wisata dengan kelengkapan bersantai dan tempat peristirahatan, Musholla, panggung hiburan, penjualan souvenis, penginapan, kamar bilas dan toillet serta tempat parkir yang sangat luas.

kembali keatas

MUSEUM PURBAKALA SANGIRAN

Museum purbakala Sangiran merupakan obyek wisata sejarah dan budaya yangs angat banyak menyita perhatian dari segenap kalangan, baik para ilmuwan, mahasiswa, pelajar maupun masyarakat umum. Museum ini terletak di Desa Krikilan, Keamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Jaraknya dari Kota Sragen sekitar 40 Kilometer ke arah barat daya atau sekitar 17 kilometer arah utara Kota Solo. Sangiran sebagaimana diketahui, sejak beberapa puluh tahun silam sudah dikenal di mana-mana tidak hanya di Indonesia melainkan dikenal hampir di seluruh dunia. Mencuatnya nama Sangiran tidak lepas dari penemuan-penemuan benda-benda purbakala pada masa lampau. Tercatat, sebelum perang dunia II meletus sudah banyak ahli sejarah (arkeologi) mancanegara mengadakan penelitian di Sangiran misalnya Prof. Martin (1919), Louis J.C Van Els (1931 dan 1939(, J. Duyfjes (1936) R.W. Van Bemmelen (1937 dan 1949), dan lain-lain.

Pada tahun 1934 seorang ahli paleontologi kelahiran Berlin, Jerman yang bernama GHR Van Koenigswald mengadakan penelitian di daerah Sangiran. Ketika pada tahun 1936 ia untuk pertama kalinya menemukan fosil manusia purba berupa rahang bawah (Mandibula S. 1) Penelitian di daerah Sangiran menjadi semakin menarik perhatian dunia. temuan-temuan berikutnya antara lain: Atap Tengkorak (Callote S.2) pada tahun 1937, atap tengkorak (Callote S.3) tahun 1938, Calvaria S.4, Mandibula S. 5 dan Geligi S. 7 antara tahun 1939 sampai 1941. Kegiatan penelitian di daerah Sangiran sempat terhenti ketika Perang dunia II meletus. Penelitian baru dilanjutkan kembali pada tahun 1952 hingga sekarang. Para pakar Indonesia pun tidak ketinggalan untuk melakukan penelitian terhadap fosil-fosil yang terpendam di daerah Sangiran.

Masyarakat Sangiran ang sudah terlatih dalam hal pengumpulan fosil sejak masa penelitian Van Koenigswald (1034 - 1941) secara diam-diam ikut mengumpulkan fosil-fosil tersebut dan dijual untuk menopang hidupnya. Tentunya tindakan masyarakat Sangiran ini sangat merugikan negara di mana bertentangan dengan Monumenten Crodonantie Staatsblad nomor 238 Tahun 1931. Untuk menghindarinya maka pemerintah Indonesia menetapkan Sangiran merupakan Cagar Budaya yang harus dilindungi. Dewasa ini, museum situs prasejarah Sangiran menyimpan berbagai koleksi fosil baik fosil manusia purba maupunhwan dan tumbuhan-tumbuhan. Fosil-fosil tersebut antara lainL Meganthropus Paleojavanicus, Pithecanthrpus Erectus, Pithecanthropus Mojokertensis, Homo Soloensisi, Homo Spiens, Fosil Kerang Laut Purba, Gading Gajah Purba, Rahang Bawah Kerbau Purba, Kuda Nil Purba, Fosil Kayu, dan masih banyak yang lain.

kembali keatas

MAKAM PANGERAN SAMUDRO DI GUNUNG KEMUKUS

Kehidupan manusia sejak dahulu tidak dapat dipisahkan dari peristiwa adat, misalnya pemujaan pada roh, saranan pada hari-hari tertentu, ziaran ke tempat yang dianggap keramat, ruwatan dan sebagainya. Ziarah ke tempat-tempat keramat saat ini sudah menjadi bagian dari kegiatan wisata yang sangat menarik karena adanya tujuan tertentu. Tempat yang dianggap keramat dan sering dikunjungi adalah petilasan raja-raja, makam orang sakti, dan tempat-tempat lain yang diyakini dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Salah satu tempat keramat dan obyek wisata yang marak dikunjungi yakni Makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus, Sragen. Karena Pangeran Samudro adalah orang yang sakti dan berhasil dalam hidupnya, maka orang-orang mepercayai tempat pemakamannya sebagai obyek yang mempunyai "kekuatan". Sampai kini banyak orang yang datang berziarah "ngalap berkah" agar keinginan-keinginannya terkabul. Biasanya banyak peziarah yang hadir pada hari-hari Kamis Malam Jum'at.

Ada beberapa keunikan yang terdapat di Gunung Kemukus: Air sendang Ontrowulan, kapasitasnya tetap, tidak ebrtambah pada musim penghujan dan tidak berkurang pada musim kemarau; tumbuhnya pohon-pohon langka NAGA-SARI dengan subur di bukit setandus itu; dan para peziarah tidak akan dapat memperoleh apapun jika tidak mematuhi tata cara atau aturan yang ditetapkan. Tata cara/ aturan yang dimaksud antara lain: berkunjung lewat pintu masuk di depan, bersuci di sendang Ontrowulan, Nyekar di Makam Pangeran Samudro dan RA. Ontrowulan, dan tirakat untuk berdoa, di bangsal Makam. Kini di Gunung Kemukus wisatawan dapat menikmati wisata air di Waduk Kedung Ombo. Banyak tersedia perahu dan sampang yang dapat digunakan oelh wisatawan baik hanya sekedar untuk penyebrangan maupun untuk pesiar mengelilingi waduk sambil menikmati pesona alam di sekitarnya.

kembali keatas

KOLAM RENANG KARTIKA

Obyek wisata paling dekat yang dapat dikunjungi setelah melakukan perjalanan jauh yaitu Kolam Renang Kartika. Kolam Renang Kartika berada di dalam Kota Sragen, tepatnya di jalan Veteran berdampingan dengan Stadion Sepak Bola Sragen. Kolam Renang Kartika diresmikan pemakaian untuk umum oleh Bupati Sragen tanggal 26 April 1988, menempati areal seluas kurang lebih 2 hektar. Begitu wisatawan memasuki Taman Wisata Kolam Renang Kartika, pertama yang ditemui adalah lapangan parkir, yang dapat menampung kendaraan kurang lebih 50 buah mobil. Di samping lapangan parkir terdapat sebuah Kolam Pemancingan yang dilengkapi sebuah pondok pemantauan untuk bersantai, serta taman yang ditanami aneka bunga. Setelah memperoleh tanda masuk di loket, maka wisatawan akan memasuki halaman Kolam renang Kartika yang dikelilingi oleh pagar tembok setinggi 3 meter. Kolam Renang KArtika terbagi 2 (dua) bagian utama, yaitu:

  • Kolam renang untuk umum, kolam renang ini memiliki ukuran panjang 25 meter dan lebar 12,5 meter, sedangkan dalamnya sangat bervariasi yaitu 3 meter, 2,5 meter, serta 1,50 meter

  • Kolam renang untuk anak-anak, kolam renang ini mempunyai ukuran panjang 12,5 meter, lebar 3 meter serta dalamnya 60 centimeter.

Untuk menjaga kenyamanan para pelanggan maka kolam renang ini selalu dilakukan pengurasan satu kali dalam seminggu. Kolam Renang Kartika dilengkapi dengan arena permainan anak-anak. Fasilitas yang tersedia adalah papan luncur bergelombang, kamar ganti pakaian putra/putri, toilet, cafetaria, gudang, kantor pengelola, dan lain-lain.

Tidak ada komentar: